Soul of Hadi

Selamat datang di Diary onlineku. Terus terang blog ini lahir tanpa konsep.. Ke depan, moga-moga bisa lebih baik. Yang jelas blog ini saya hadiahkan buat istriku tersayang Juhartati dan anak-anakku Raihan dan Nuha, dan tentu saja Kamyu-Kamyu semua :-) enjoy... help your self, bantu saya menemukan diri. thanks

Search in the Quran
Search in the Quran:
in
Download Islamic Softwares FREE | Free Code
Powered by www.SearchTruth.com

Saturday, January 14, 2006

Tragedi Mina 362 Meninggal



innalillaahi wa innaa ilaihi raa jiuun.

entah kali keberapa kejadian ini kembali berulang. Tentu saja semua kejadian tidak akan terjadi tanpa ijin-Nya. Takdir tidak akan lepas dari siapapun. Dan pasti ada hikmah. Semoga siapapun yang wafat.. diterima ibadahnya.. dan sahid adanya. Amin.

Yang saya sedihkan.. ada dua hal, pertama nampaknya pemerintah Saudi kesulitan mencegah terulangnya kejadian (baik regulasi maupun sistem). Yang kedua memang kita ummat Islam memang sulit "diatur" hatta ketika beribadah sekalipun.

Memang kendala terberat di Mina adalah 2-3 juta orang berkumpul dalam satu tempat disuatu waktu. Tidak kurang kelonggaran fiqh terus di-adjust sehingga tempat mabid Mina sekarang mungkin sudah mencapai muzdalifah (?? maaf kalau salah), namun di daerah jamarat sendiri satu-satunya improvisasi adalah pembuatan jalan layang yang memungkinkan orang untuk melempar dari atas pake jalan layang maupun dari bawah. Namun demikian tanpa pengaturan antrian yang baik.. tetap saja dua split ini membahayakan.. terutama diwilayah masuk ke jemarat lewat jalang layang.. dimana bisa jadi rombongan dari kanan-kiri jalan layang berbenturan dengan rombongan lurus ke arah jalan layang.... bottle neck terjadi.

Dari sistem antrian sendiri, sebenarnya pemerintah Saudi sudah berusaha mempergilirkan rombongan dari berbagai negara untuk melempar dalam waktu/jam berbeda. Namun sepertinya tidak berjalan dengan baik. Satu-satunya informasi adalah info lewat speaker.. mungkin leafleat mungkin juga koordinasi lain yang sulit diketahui kebenarannya. Utamanya ketika berhadapan dengan banyaknya orang.. banyaknya kepentingan.. untuk mengambil jam utama misalnya (melempar tanggal 10 Dz) atau ketika banyak orang mengambil nafar awwal (tgl 12 Dz)... tidak sedikit kelonggaran fiqh yang mengingatkan bahwa tidak harus mengambil yang utama demi keselamatan...

Namun baik sistem maupun kesadaran jemaah sendiri belum optimal untuk membuat saat-saat jemarat menjadi bagian ibadah yang "aman". Inilah sedihnya...

Pikiran nakal.. mungkinkah ide berupa tiket antrian .. didukung sistem informasi, dan sistem seperti escalator diterapkan disana.. tentu saja dengan dukungan regulasi yang tegas, dan petugas yang lebih banyak.. bisa membuat semuanya lebih baik...???

Soal kesadaran jemaah.. wah saya nggak tahu harus mulai dari mana... masih banyak pe er disana... hatta untuk mencium hajar aswad mungkin.. ada saja yang rela mendorong saudara2 seiman untuk mendapatkannya. astaghfirullah.

mohon maaf...

wassalaamu'alaikum
hadi

0 Comments:

Post a Comment

<< Home