Soul of Hadi

Selamat datang di Diary onlineku. Terus terang blog ini lahir tanpa konsep.. Ke depan, moga-moga bisa lebih baik. Yang jelas blog ini saya hadiahkan buat istriku tersayang Juhartati dan anak-anakku Raihan dan Nuha, dan tentu saja Kamyu-Kamyu semua :-) enjoy... help your self, bantu saya menemukan diri. thanks

Search in the Quran
Search in the Quran:
in
Download Islamic Softwares FREE | Free Code
Powered by www.SearchTruth.com

Saturday, January 21, 2006

Bicara soal Mabrur..

Apakah Mabrur itu suatu yang kita dapatkan sebagai hadiah ? taken for granted..?! Seolah2 ia "disadarkan" dan serta merta semua hawa nafsu yang semula ada.. entah bagaimana bisa dikontrol dengan mudah tanpa kesulitan berarti. Dan jadilah ia manusia paripurna bagi diri dan lingkungannya. Amin. Bersyukurlah bagi rekans yang bisa mendapatkan karunia seperti ini.

Namun adakah pendapat para ulama atau bolehkah kita (terutama yang merasa haji-nya belum gitu napak) melihat kemabruran itu sebagai sesuatu harus kita perjuangkan secara aktif setelah kembali ke lingkungan masing2??

Kita tahu bahwa Haji pada dasarnya miniatur kehidupan dan kita memang dilatih disana.. dibenturkan, di uji dalam konteks ibadah kepada Allah dan interaksi sesama manusia (wa laa rafash, wa laa jidaal, etc).

Namun ujian sebenarnya adalah setelah di tanah air/rumah masing2. Mabrur tidaknya seseorang bisa dilihat seberapa gigih dia berusaha untuk sholat 5 waktu dan di mesjid (misalnya kalau ada mesjid).. seolah2 dia berada di Al Haramain. Seberapa gigih dia berusaha memelihara akhlak termasuk kata2, pikiran dl tsb.. walaupun tentu saja Pak Haji/Ibu Hajjah ini tetap manusia biasa mengalami masa jatuh bangun seiring naik turunnya iman. Haji ini meskipun tidak begitu tercerahkan seperti Haji yang pertama tadi.. namun dia berusaha dan berusahaa... untuk menjadi orang sholeh... meskipun hasilnya mungkin belum menggembirakan.

Ketika dia mengenang masa-masa haji.. tanpa sadar ia mungkin akan terharu rindu dan mungkin menangis berkaca-kaca. Namun kalau melihat prestasi ibadah.. mungkin bisa jadi dia merasa kecewa. Bisa jadi menjerit :-)

Namun katagori kedua ini masih bisa dibedakan dengan jelas dari haji mardludl yang jelas-jelas berbuat kerusakan dan hajinya menjadi fitnah.

wassalam

0 Comments:

Post a Comment

<< Home