Soul of Hadi

Selamat datang di Diary onlineku. Terus terang blog ini lahir tanpa konsep.. Ke depan, moga-moga bisa lebih baik. Yang jelas blog ini saya hadiahkan buat istriku tersayang Juhartati dan anak-anakku Raihan dan Nuha, dan tentu saja Kamyu-Kamyu semua :-) enjoy... help your self, bantu saya menemukan diri. thanks

Search in the Quran
Search in the Quran:
in
Download Islamic Softwares FREE | Free Code
Powered by www.SearchTruth.com

Tuesday, December 20, 2005

Refleksi Cita-Cita

Entah angin dari mana.. saya tertarik berefleksi tentang pengalaman hidup dan cita-cita dari waktu ke waktu.

Saya sangat bersyukur Allah perjalankan hidup saya di sebuah keluarga guru dengan segala idealisme dan kesederhanaannya.
Saya sangat bersyukur Allah pertemukan saya dengan teman-teman hebat penuh bakat kreatif dan aktivis dari kamar-kamar organisasi kampus STT TELKOM, Pesantren Tanbihul Ghafilin dan Shuffah/KMPK (Keluarga Mahasiswa Pendamba Kesholehan). Dari sanalah saya banyak belajar, berpikir dan bersahabat.
Saya juga sangat-sangat bersyukur Allah pertemukan saya dengan seorang guru spiritual Abdullah Gymnastiar dan keluarga besar Daarut Tauhiid, sehingga sejak tahun 1993 Allah perkenalkan dengan suatu atmosfir pemikiran Islam yang moderat, bengkel akhlak, inspirasi untuk selalu berpikir positif dan konstruktif. Meskipun saya bukan pengurus chivitas DT, namun saya bangga menjadi jemaah, santri kalong, volunteer beberapa aktivitas IT dan terakhir sebagai tetangga. Namun tekad santri untuk menjadi seorang Ahli dzikir, ahli fikir dan ahli ikhtiar sangat-sangatlah ideal untuk dijadikan model manusia unggul.

Dari perjalanan hidup yang panjang tersebut, Allah karuniakan kesadaran untuk perbarui cita-cita.... sebagai salah satu bentuk implementasi continuous improvement...

Subhanallah begitu banyak karunia dari Dia Allah yang Maha Kasih.

Saya suka ketawa kalau inget cita-cita Hadi/Totok kecil... Awalnya doi ingin jadi petani. Terbukti halaman rumah penuh dengan obsesi-obsesinya. Pekarangan penuh dengan pohon-pohon (mangga, rambutan, jambu dlsb), dan perdu-perdu untuk supply cabe, tomat, ketela pohon bahkan kelapa buat sang ibu di dapur. Bahkan suatu saat terinspirasi dengan film Laura yang hidup di atas padang penuh bunga... halaman saya tanam penuh dengan perdu-perdu liar yang tidak pernah berhenti berbunga... Alhasil, rumah emang indah, namun kadang-kadang terkesan berantakan (lupa motong, ada tanaman yang sudah tua dan mati) dan bisa jadi binatang2 liar bersarang.. yang jelas saya menikmati sekali taman waktu itu. Untunglah orang tua cukup arif dan membiarkannya, walaupun mereka sebenarnya tahu.. si kecil sedang berusaha menghindar dari keharusan menyapu halaman yang lebih luas.. hahaha...

Ibuku bilang, tangan saya punya aura dingin.. sehingga dengan ijin Allah tumbuh-tumbuhan tumbuh subur (tapi tidak untuk hewan.. saya bukanlah pemelihara binatang yang baik hehehe..). Entah angin apa akhirnya cita-cita pertama berubah ingin jadi insinyur elektro/komputer. Tangan yang dingin.. menyentuh dunia yang panas.. :-)

Selanjutnya cita-cita berkeluarga dan mempunyai rumah diusia muda Allah kabulkan. Syukur tiada terhingga... cetusan keinginan berikutnya adalah mengunjungi tanah Haramain diusia sebelum 30 tahun. Lagi-lagi Allah kabulkan. Kepergian spiritual dengan pendamping seorang malaikatku.. ibuku..tentu sebuah pengalaman tidak terlupakan. Kalau mau jujur, beliau lah yang tiada lekang berdoa, dan berhasil menarikku ke tanah suci, walaupun saat itu iman berada dalam titik nadir.

Kesempatan untuk berdoa dan berikrar... dibawah talang mas, Hijr Ismail, Multazam, Raudlah dan pintu-pintu-Mu di Haramain tidak dilepaskan begitu saja. Wallahu'alam apakah ini berkah Haramain? Yang jelas dengan kemurahan-Nya banyak harapan yang terkabul. Salah satu diantaranya, Saya memohon untuk diberikan kesempatan untuk kuliah lagi dan dipertemukan dengan lingkungan yang bisa mengasah kembali otak yang tumpul (suer udah beku nih otak ternyata saudara... terjebak rutinitas durjana hahaha..). Segera setelah kembali.. tidak tanggung-tanggung Allah kasih dua kesempatan.. selang 2 bulan kembali dari tanah suci.. Saya diterima di STMB Bandung dan kuliah part-time disana. Setahun berikutnya chevening award yang didambakan sejak lama datang mengantarkan Saya kuliah di UK.

Waktu terus bergulir, syukur dan kufur terus saja mewarnai jiwa yang labil ini.
Sebenarnya nikmat mana lagi yang akan kamu dustakan, Hadi?

wassalam
hadi

0 Comments:

Post a Comment

<< Home