Soul of Hadi

Selamat datang di Diary onlineku. Terus terang blog ini lahir tanpa konsep.. Ke depan, moga-moga bisa lebih baik. Yang jelas blog ini saya hadiahkan buat istriku tersayang Juhartati dan anak-anakku Raihan dan Nuha, dan tentu saja Kamyu-Kamyu semua :-) enjoy... help your self, bantu saya menemukan diri. thanks

Search in the Quran
Search in the Quran:
in
Download Islamic Softwares FREE | Free Code
Powered by www.SearchTruth.com

Tuesday, December 20, 2005

Kelayakan Cita-Cita Pertama "Charity Life"

Ratusan penerima beasiswa Chevening berbahagia di sudut kota Oxford. Namun lebih dari 30 juta anak-anak indonesia yang kurang beruntung berharap dan sesungguhnya berhak atas pendidikan yang layak.

Saya senang sekali ketika muncul wacana charity di milis chevening. Rasanya ini mengingatkan salah satu janji saya. Kesempatan telah dibuka, sekecil apapun jalan tersebut, sayang untuk dilepaskan begitu saja. Berbuat baik bersama-sama akan jauh lebih ringan dibandingkan solo karir. Toh target saya adalah memelihara ruh atau tekad.. Mudah-mudahan minimal saya bisa sedikit terbebas dari dosa turunan.. hahaha...

Membuat program charity tidak cukup hanya tekad. Namun butuh internalisasi nilai, penghayatan, pemilihan model, team dan kerja nyata.

Internalisasi nilai sangat penting. Sangat sulit untuk berbuat sesuatu untuk orang lain, jika kita tidak pernah berusaha memulainya dari diri. Charity membutuhkan nilai kedermawanan yang berarti mengikis kekikiran. Charity membutuhkan kepekaan dan empati lingkungan yang berarti menafikan sikap egois atau masa bodoh (ignorance). Charity membutuhkan keikhlasan untuk membuang segala bentuk kepura-puraan dan berharap pujian. Dan charity membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran yang berarti sebuah kesediaan adi luhung menukar energi buat privacy menjadi energi buat ummat.

Ide membuat lembaga beasiswa terinspirasi sudah lama. Sebagai buah keprihatian kolektif rekans seperjuangan di STT TELKOM. Sesaat setelah krisis melanda tanah air di era 1997-an, banyak anak-anak putus sekolah. Status bujang.. dan baru bekerja tidak mematahkan ide untuk mengembangkan program beasiswa.. dengan nama adik asuh.. Anak asuh jelas nggak nyambung dengan status single dan kehidupan yang masih pas-pasan (baru 1 thn bekerja di TELKOM). Inilah refleksi bahwa Semangat bisa membuka jalan. (Note: jadi ingat novel Al Chemist. Sang pengarang kira-kira mempunyai pesan... bahwa keinginan/cita-cita membuat alam sekitar seolah-olah tunduk dan memberikan jalan).

Terima kasih buat rekan-rekan di Baziskaf TELKOM RisTI dan teman-teman di PARISMU (Pembinaan Anak & Remaja Islam Mesjid Al Murosalah) yang telah merintis usaha mulia ini dari tahun 1997 saat krisis terjadi sampai saat ini mudah-mudahan seterusnya. Dedikasi buat Mas Teguh, Mas Gatot, Mas Hazim, Mas Gunadi, Mas Supri, Teh Dede, Teh Ina, Teh Yuyun dan sahabat-sahabat yang terus berupaya agar program ini bisa tetap ada. Patut dikenang para pendahulu, pendiri Program Adik Asuh.. Mas Hadi Pramudi, Mas Budi Setiawan, Mas Konang, Mbak Erni sang bendahara, para pengajar Parismu yang hebat-hebat dan sahabat-sahabat yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Dari usaha kalianlah ratusan para penerima beasiswa (SD-SMU) berhasil meneruskan pendidikannya.. beberapa bahkan mencapai perguruan tinggi.

Apakah dengan usaha ini.. salah satu janji sudah terpenuhi? How come.. ??
aneh.. tidak mungkin realisasi mendahului janji yang terucap di tahun 2004 :-)

What's next.. Masih banyak anak yang perlu diperhatikan.. masih banyak yang bisa dilakukan... jangan berhenti. Sekali melangkah pantang melangkah ke belakang.

Suatu saat bisa jadi PARISMU berhenti, bisa saja Baziskaf RisTI berubah orientasi.. harus ada pengganti.. lembaga boleh dilikuidasi.. namun ruh kepedulian tidak boleh mati...

Let see.. apakah niat dan usaha dengan temen-temen chevening bisa jadi jalan ?
Apakah jalan panjang sebuah cita-cita bisa dimulai di sini UK. Sheffield atau London? yang jelas mudah-mudahan rencana ketemu Januari 2006 tidak meleset...
Momentum bisa jadi hilang begitu saja.

wassalam
hadi

0 Comments:

Post a Comment

<< Home