Soul of Hadi

Selamat datang di Diary onlineku. Terus terang blog ini lahir tanpa konsep.. Ke depan, moga-moga bisa lebih baik. Yang jelas blog ini saya hadiahkan buat istriku tersayang Juhartati dan anak-anakku Raihan dan Nuha, dan tentu saja Kamyu-Kamyu semua :-) enjoy... help your self, bantu saya menemukan diri. thanks

Search in the Quran
Search in the Quran:
in
Download Islamic Softwares FREE | Free Code
Powered by www.SearchTruth.com

Tuesday, December 20, 2005

Cita-Cita atau Sebuah Janji??

Give our life a direction among choices
Hadi

Syahdan saat wawancara chevening 2004 (rasanya bulan Mei 2004), sebuah pertanyaan dahsyat dilontarkan salah seorang interviewer dari UK Embassy. Pertanyaan? Menurutku sih sebuah pukulan... sempat shock, nggak percaya sama pertanyaan tersebut, sampe saya minta diulangi sekali lagi itu pertanyaan.

Karena doi pake grammar dan vocab yang menurutku sangat complex baik waktu itu maupun sekarang.. hahaha... sori pake indonesia aja yaa.. :D
Begini pertanyaan beliau:
"Cepat atau lambat kita semua akan mati. Dan anak2 kita lah yang akan melanjutkan kehidupan. Kira-kira 100 tahun setelah Anda meninggal, capaian apakah yang ingin anak-cucu Anda kenang tentang diri Anda?"

Could you imagine that? mengapa beliau tidak cukup nanya.. apa cita-cita Anda? Apa yang ingin kamu capai setelah lulus kuliah S2? atau lebih ringkas.. Lo mo apa sih hidup?? Itu lebih mudah bagi saya.. daripada bawa2 anak-cucu segala... :-)

Jawaban spontan tentu susah didapat.. apalagi dalam kondisi wawancara yang serba dalam tekanan. Entah saya bikin penemuan atau emang muncul dari hati terdalam .. yang jelas I had to say something to them..

Inilah cita-cita atau janji.. atau bulshit saya waktu itu.

Dua hal yang ingin anak cucu saya kenang atas diri saya. Pertama saya ingin membuat kontribusi signifikan dalam bidang saya.. entah penemuan, paten atau kontribusi maksimal di bidang Telematika (telecommunication and informatika). Yang kedua.. saya ingin membuat/melanjutkan lembaga yang care dengan pendidikan melalui program beasiswa untuk anak asuh atau adik asuh.

Dua cita-cita sudah terucap.. dan menjadi penjara seumur hidup.

Meskipun mungkin itu omong kosong, rasanya saya sulit lari dari kata2 yang saya ucapkan sendiri secara sadar waktu itu. Akankah dua hal itu benar2 menjadi omong kosong...? atau cita-cita yang memacu...?

Yang jelas.. setiap orang harus punya cita-cita.. Gantunglah cita-citamu setinggi langit.. Begitulah pesan Ibu.. :-)
Memperbaharui cita-cita bukanlah sesuatu yang buruk... istilah populer dari manajemen diri .. continuous improvement.
Nggak mungkin berenti dengan cita-cita klasik seorang bocah cilik.. ingin jadi dokter, insinyur.. atau apalagi berguna bagi bangsa dan negara... susah banget ngukurnya boo...

Sekarang misalnya insinyur dah ditangan.. so what gitcu lhoooh... hahaha sori pake idiom gaul.

Kalau cita-cita tidak diperbaharui.. bagaimana kita memberikan arah terhadap separuh hidup tersisa?

What do you thing my lovely brothers/sisters ??

wassalaam
hadi

1 Comments:

  • At 10:14 AM, May 26, 2008, Blogger Kak Aji DS said…

    Salam Mas Hadi,

    Salut buat anda yang terus beljar dan terus menuntut ilmu di negeri sebrang.

    Tulisan di blog anda menarik, menggelitik. Pokoknya selamat berjuang mencapai cita-cita itu.

    Nah, gantian, silakan tengok saya punya blog:

    http://www.dreamsmarter.blogspot.com

    salam hangat nan FOKUS
    aji
    jakarta

     

Post a Comment

<< Home