Soul of Hadi

Selamat datang di Diary onlineku. Terus terang blog ini lahir tanpa konsep.. Ke depan, moga-moga bisa lebih baik. Yang jelas blog ini saya hadiahkan buat istriku tersayang Juhartati dan anak-anakku Raihan dan Nuha, dan tentu saja Kamyu-Kamyu semua :-) enjoy... help your self, bantu saya menemukan diri. thanks

Search in the Quran
Search in the Quran:
in
Download Islamic Softwares FREE | Free Code
Powered by www.SearchTruth.com

Saturday, October 22, 2005

Dosa, tobat dan keseimbangan

Hidup akan selalu balance jika kita tunduk kepada sunnatullah..
Kita yang bahan2nya ini sama dengan tumbuhan dan binatang.. sama2 hidup
pada dimensi ruang dan waktu. Alam sangat seimbang.. karenanya ilmu pengetahuan
ditemukan dari waktu ke waktu bagi orang-orang yang berpikir.
Jika ketidakseimbangan terjadi di alam, alam akan segera menemukan keseimbangannya sendiri. Saya ingat statement Dr. Sadka.. manusia mencoba merusak dan membuat alam tidak seimbang... Padahal sebenarnya mereka sendiri sedang membuat ketidakseimbangan yang mengancam dirinya... Alam akan baik-baik saja. Ozon berlubang, pemanasan global.. alam akan baik-baik saja, dia akan terus berdzikir mengikuti sunnatullah...
Alam akan menemukan keseimbangannya kembali.. cepat atau lambat... sayangnya keseimbangan baru tersebut (gurun pasir, badai, dlsb) belum tentu cocok bagi kita... bisa jadi manusia akan punah... namun akan selalu ada makhluk hidup di gurun.. di laut.. di bumi dengan keseimbangan baru.

Sebagaimana alam, Manusia mengikuti sunnatullah. Seluruh komponen tubuhnya, detak jantung, aliran darah, pencernaan, kelenjar dan hormon semua bertasbih kepada Allah tanpa henti, untuk menopang Ruh yang bersemayam di badan kita. Ya kita berada di dimensi yang sama dengan alam ini. Dimensi ruang dan waktu.
Namun manusia diberikan akal dan hati yang memungkinkan dia menjelajahi dimensi ide dan spiritual.. Dengan potensi ini, manusia dicoba, ditantang untuk menyeimbangkan diri antara nafsu, akal dan hati nurani. Namun dengan kasih sayang Allah, Allah tidak meninggalkan manusia dengan segala masalahnya. Ia turunkan hikmah, ilmu pengetahuan, rosul-rosul yang membawa ajaran spiritual.. ini semata-mata agar manusia bisa menemukan keseimbangannya.. menjadi insan kamil.

Manusia tidak lepas dari salah dan alpha. Ia punya kecenderungan berbuat salah dan bahkan dosa (ingkar kepada sunnatullah). Akibatnya terjadi ketidakseimbangan...
Bagaimana tidak... komponen2 tubuh kita terkecil sekalipun sudah terbiasa dengan bertasbih kepada-Nya. Lalu disaat dosa terjadi, secara psikologis akan menimbulkan aksi reaksi.. yang diakibatkan rasa bersalah.. beban mental.. bahkan beban fisik, yang menimbulkan anomali-anomali.

Sayangnya saya sering berbuat dlolim pada tubuh ini. Saat tubuh ini masuk dalam perbuatan dosa, berbagai ketidakseimbangan terjadi... pengaturan waktu, ritme tubuh, pencernaan, kesegaran jasmani, kenikmatan ibadah.. sangat terasa jelas berpengaruh.
Sudah banyak kisah bagaimana penyakit muncul menimpa manusia, sudah banyak kisah bagaimana habit yang salah menimbulkan keresahan dan stress berkepanjangan dan masih banyak lagi... Inilah mengapa Allah mengatakan bahwa sesungguhnya manusia suka mendolimi dirinya sendiri. Makhluk yang suka berkeluh kesah dlsb...

Adalah tobat yang mampu mengembalikan kita kepada keseimbangan. Adalah tobat, ketaatan akal dan hati yang mampu memimpin nafsu, sehingga terjadi harmoni antara kita makhluk makro.. dengan sel-sel di dalam tubuh kita sebagai makhluk mikro.
Marilah kita banyak bertobat, sebelum hati (gerbang tobat) dikunci mati oleh Allah dan sebelum ajal menjemput.

Yaa Allah berilah kekuatan agar kesadaran ini selalu muncul disetiap waktu.
Dan lindungilah hamba dari berbuat kerusakan pada saat iman berada pada titik nadir.
Mudah-mudahan tobat di bulan Ramadlan ini diterima Allah SWT. Amin

wassalaam
hadi

0 Comments:

Post a Comment

<< Home