Soul of Hadi

Selamat datang di Diary onlineku. Terus terang blog ini lahir tanpa konsep.. Ke depan, moga-moga bisa lebih baik. Yang jelas blog ini saya hadiahkan buat istriku tersayang Juhartati dan anak-anakku Raihan dan Nuha, dan tentu saja Kamyu-Kamyu semua :-) enjoy... help your self, bantu saya menemukan diri. thanks

Search in the Quran
Search in the Quran:
in
Download Islamic Softwares FREE | Free Code
Powered by www.SearchTruth.com

Sunday, September 11, 2005

Take off Jakarta-HKG-UK

Tadi malam saya kurang tidur. Timbang luggage bongkar-pasang, gitu deh capek.
Mana tamu2 yang nginep dirumah pada ngeliatin... ini ngapain tuan rumah jam 2 masih bongkar pasang. Nggak tahan, akhirnya mereka nanya mau kemana.. terpaksa bocor deh.

Capek banget. Dan capeknya lagi, saya harus ninggalin keluargaku tercinta.
Perasaan campur aduk ini, nampaknya dirasakan istriku juga.. kami sama-sama sensitif.
Meskipun sempat cemas dengan keterlambatan Papi, Mami dan Kang Tedi, akhirnya saya dan keluarga berangkat dari Bandung pukul 10.15 WIB (Ahad, 11 Sept 2005).

Ternyata Avanza, mainan yang akan ditinggalkan, sangat membantu. "You'll think you can" bener-bener terbukti, asal hehehe... didukung supir handal kaya Kang Tedi yang pengalaman di Jakarta, dan tentu saja tol baru Bandung-Jakarta, akhirnya sampe di Bandara SH jam 13.00. Saat2 perpisahan makin dekat deh.

Karena lapar, makan di McD dulu bareng anak2 dan keluarga. Mungkin ini hari terakhir saya makan di McD bareng keluarga.. no..no..no maksud saya hari terakhir sebelum pergi ke UK. Saya insyaallah balik lagi setelah selesai dari Inggris.. kita bisa makan2 lagi nanti istri dan anak2ku.. wait for me :-)

Yaa gitu deh.. setelah check in, saya balik lagi ke keluarga... dan tibalah saat berpisah. Satu koper kecil masih ditarik Kang Tedi (tanpa rice cooker, keputusan salah nggak dibawa euy), saking kacau-nya saya cuman bawa satu ransel dan gandeng ISTRIKU.. hehehe.

"Ayah mau kemana?" Kata Raihan.
"Ayah mau ke Inggris yaa, jangan lupa nanti bawa oleh2 George yaa?" kata Nuha si kecil.

Raihan yang biasanya tidur sama saya, mungkin yang paling terpengaruh, namun kasihan beliau tidak punya banyak pilihan seperti layaknya orang dewasa.
"Ayah, Raihan ikut ke Inggris yaa?"

Kalau nggak malu.. mungkin saya nangis waktu itu. Tapi saya harus menunjukkan ketegaran..supaya keluargaku tenang. Air mata tak bendung sekuat-kuatnya.. saya langkahkan kaki masuk terminal keberangkatan, tanpa menoleh ke belakang lagi.. ijinkan saya berjuang istri dan anak2ku...

wassalaam
hadi

0 Comments:

Post a Comment

<< Home